"Karna Tinta Setitik, Rusak Susu Sebelanga"
Sebuah pepatah singkat namun berarti. Menggambarkan sebuah arti "Karna satu kesalahan, maka rusaklah beribu-ribu kebaikan".Pasti banyak yang sudah memikirkannya. Yah begitulah kata pepatah, karena satu kesalahan sekecil apapun, maka rusaklah hal-hal baik akan perbuatan yang pernah kita lakukan.
Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya apa maksudnya. Sebuah penjelasan singkat bahwa terkadang manusia mendapat sanjungan bahkan beribu-ribu sanjungan akan kebaikan atau jasa-jasa yang dilakukan. Namun terkadang manusia lupa akan apa yang telah menjadi "Predikat"-nya. Karena suatu hal yang sesungguhnya tidak patut untuk dilakukan, yah mungkin karena ego manusia yang senantiasa menghampiri, manusia bisa saja melakukan suatu kesalahan yang bisa merusak "Predikat" sebagai orang baik ataupun berjasa. Yah walaupun kesalahan yang dilakukan hanya sebesar lubang jarum. Namun siapa sangka begitu besar dampaknya...
Sebuah cerita tentang seorang anak manusia yang dahulu dikenal akan kemampuannya memiliki banyak teman. Dikenal sebagai anak yang pintar bergaul tanpa memandang siapa yang akan dijadikan teman. Namun entah kesalahan apa yang diperbuat dia merasa seperti terkucilkan dari lingkungan.
Suatu saat anak manusia tersebut tersadar akan apa yang dilakukan. Beribu penyesalan yang terpikirkan, beribu maaf yang terlontar. Namun apa daya dikala "maaf" tidak mampu menggantikan kesalahannya.
Namun tak pernah patah semangat untuk menebus kesalahan. Mungkin di mata orang kesalahannya tak dapat dihapus, namun tak mungkin akan berhenti memohon kepada Sang Pencipta akan ampunan.
Niat yang tulus, berusaha menjadi yang lebih baik, dan berdoa sebuah cara yang mungkin dapat dilakukan ketika kita ingin menebusa kesalahan. Karena sesungguhnya tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.
(Sebuah cerita yang hanya dapat disimpan sebagai sebuah kenangan, hanya Tuhan dan aku yang tau...)